oleh

Banyak Keluhan Disampaikan Camat dan Lurah Dalam Kunjungan Komisi I DPRD ke Kecamatan

-Daerah-81 Dilihat

Kupang, Terasntt.com –Komisi I DPRD Kota Kupang, dibawah pimpinan Yuvensius Tukung selaku Ketua Komisi I, Ayu Witari Tallo selaku Wakil Ketua Komisi I  dan Jeftha Sooai. Serta ditambah beberapa anggota komisi I diantaranya Jemari Yoseph Dogon, Welhemus Kiu, Dominika Bethan, Gustaf Ndaomanu dan Anatji Ratu Kitu, Selasa (5/11) dalam kunjungan kerja ke mitra kerja menampung semua curhat dari camat dan para lurah.

” Kami menyampaikan selamat datang bagi anggota dewan terhormat dari komisi I DPRD Kota Kupang yang telah melakukan kunjungan ke Kecamatan Kota Lama.Dan hal ini merupakan baru pertama kali dilakukan oleh bapak dan ibu anggota dewan terhormat sejak dilantik dalam melakukan kerja ke kami selaku mitra dari komisi I ,” kata Camat Kota Lama Semy Mesakh saat menerima komisi I DPRD di aula Kantor Camat Kota Lama.

Ia menjelaskan, Kecamatan Kota Lama terdiri dari 10 kelurahan yakni Kelurahan Nefonaek, Pasir Panjang, Oeba, Fatubesi, Tode Kiser, LLBK, Kampung Solor, Bonipoi, Nefonaek dan Kelurahan Airmata.Serta jumlah penduduk yang dilayani kurang lebih 2000.

“Dalam pelayanan pemerintahan kami  prinsipnya tidak ada kendala dalam pelayanan publik. Namun hanya ada beberapa kendala, dimana setiap tahun dilakukan Musrembang dan reses dewan guna menampung aspirasi masyarakat guna disampaikan ke dewan untuk diperjuangkan,” lanjutnya. Tapi dalam usulan tersebut ada yang teralisasi dan ada yang tidak teralisasi.Sehingga dengan kehadiran para anggota dewan terhormat dari komisi I sebagai mitra dengan kecamatan melalui usulan kegiatan  yang belum teralisasi mampu terokomodir.

“Namun perlu diketahui untuk komposisi ada dua kepala seksi dan satu Kasubag di Kecamatan Kota Lama yang kosong, dan juga soal hasil usulan Musrembang soal  pembangunan Pospol di Kelurahan Merdeka tepatnya depan Gereja Katedral tepatnya dilahan provinsi, yanh secara admibustrasi sudah lengkap,” katanya.

Perlu adany Pospol dilokasi tersebut,  lanjutnya lokasi tersebut sangat rawan  sebab sering dijadikan arena balapan liar pada malam hari yang berujung terjadi tawuran seperti yang sudah terjadi pada beberapa waktu lalu. Serta selain itu, juga dapat mengatasi masalah aruslalulintas, sebab lokasi tersebut dipagi hari menjadi area macet.

“Selain itu ada usulan juga soal pembangunan Pospol di ujung jembatan STM, dimana iti masuk pada Musrembangkel Fatubesi dan sudah masuk hingga Kimpraswil tapi belum teralisasi. Pada hal kami sangat butuh Pospol dilokasi tersebut sebab itu merupakan salah satu jalur pusat kemacetan dan rentan tawuran anak sekolah antara STM dan anak sekolah Giovani,” katanya.

Ada juga usulan lain yakni berkaitan  fasilitas kantor lurah merdeka sangat memprihatinkan, karena kondisi bangunan sudah dibangun sejak zaman tamukung hingga kini belum juga dibangun baru.

“Pada hal kami di kecamatan dan kelurahan adalah ujung tombak, namun kami kondisi kami semua seperti karat, dimana anggaran kecamatan hanya Rp. 370-an juta dan kelurahan Rp.50 juta.Sehingga tidak ada dana operasional camat atau lurah, tapi dana itu untuk operasional kelurahan yakni untuk air, telpon dan ATK,” katanya.

Menangapi keluh kesah tersebut, anggota komisi I DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon mengatakan, bahwa semua yang telah disampaikan ini, tentunya bukan sekedar dicatat, namun akan siap di perjuangkan, karena kehadiran komisi I sudah merupakan utusan masing-masing fraksi dan tentunya akan siap dikoordinasi dengan komisi lain yang membidanginya.

Menurutnya, sangat naif pembangunan di kota ini, karena dengan jumlah 51 kelurahn yang ada di kota ini anehnya prioritas pembangunannya tidak merata.Alasan dari pemerintah bahwa APBD tidak sanggup melayani. Namun menimbulkan pertanyaan apakah penataan taman dan pemasangan lampu hias yang menjadi kontraditif dengan masalah air  menjadi prioritas.Sehingga apa program pemerintah ini apa maksudnya.

Namun, lanjutnya berkaitan dengan keluhan yang telah disampaikan ini akan disampaikan, namun tentunya eksekutornya ada di pemerintah. Tetapi, lanjut legisaltor Golkar ini yang diketahuinya pembangunan infrastruktur kantor kelurahan menjadi prioritas utama sebab itu adalah pusat pelayanan publik ditingkat paling bawah.

Hal senada dikatakan, anggota komisi I, Gustaf Ndaomanu bahwa apa yang menjadi keluhan akan tetap diperjuangkan.

“Kami dipilih untuk bicara dalam menyampaikan apa yang menjadi pengeluhan warga.Sehingga kami dikomisi I siap menerima bapak lurah dan warga dalam menyampaikan aspirasi guna kita sampaikan ke pemerintah,” lanjutnya.Namun, semua itu akan dilihat dengan keuangan daerah dan mana yang menjadi prioritas.

Sedangkan Sekretaris Komisi I, Jeftha Sooai meminta agar pihak kelurahan harus punya inovasi dalam memperdayakan kaum muda yang ada diwilayah dalam berbagai kegiatan.Karena itu adalah salah satu cara mengurangi angka masalah perkelahian dan lainya.

Selain itu, Ia juga mengingatkan agar peran para lurah dalam mengawasi dan perketat bagi pendatang baru di wilayah masing-masing, guna tidak kondisi lingkungan menjadi aman dan nyaman.(Yon)

Komentar