oleh

Astga! PDAM Kota Jual Air Asin

-Ekbis-53 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Tekad Pemerintah Kota Kupang melalui Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang untuk memberikan maksimal dalam pelayanan ar bersih terkesan hanya wacana tanpa wahana.

Betapa tidak pelayanan air bersih untuk warga pada belasan Rukun Tetangga (RT) yang ada di kelurahan Alak, Kota Kupang tak seperti yang dikampanyekan Pemerintah Kota Kupang. Sebab sebagian besar di wilayah tersebut mengkonsumsi air asin.

Salah seorang warga RT.03, Kelurahan Alak, Thamrin kepada wartawan di kediamannya, Rabu (9/3/2016) siang mengungkapkan, selama lebih dari empat tahun mengkonsumsi air asin yang dalirkan PDAM Kota Kupang dari salah satu sumur bor milik PDAM Kota Kupang di sekitar Puskesmas Pembantu (Pustu) Alak.

“Awalnya hanya terasa anta tetapi selama empat tahun terakhir rasanya sangat asin seperti air laut,” ungkapnya.

Menurutnya, meski telah menjadi pelanggan PDAM Kota Kupang namun tidak pernah mengkonsumsi air yang dialirkan PDAM Kota Kupang.

“Kami gunakan air PDAM untuk mandi dan cuci saja. Sementara untuk masak dan minum beli air tangki,” katanya.

Persoalan itu kata dia, telah disampaikan secara berulang baik kepada Walikota Kupang, Jonas Salean saat berkantor di wilayah tersebut maupun ke PDAM Kota Kupang namun tidak pernah ditanggapi.

“Kami sudah sampaikan berulang-ulang tapi tidak ada tanggapan. Setiap bulan juga kami bayar rekening seperti biasa,” ujarnya.

Hal senada disampaikan sejumlah warga warga RT.06, Kelurahan Alak, Salomo Nais, Aleksander Siki, Emilianus dan Ferderika Sere yang ditemui secara terpisah mengungkapkan, kejadian itu berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Aleksander Siki mengungkapkan, sumber air asin yang dialirkan PDAM Kota Kupang ke konsumen berasal dari salah satu sumur bor milik Pemerintah Kota Kupang di wilayah tersebut.

“Kami sudah tidak gunakan lagi air yang dialirkan PDAM karena rasanya asin,” ujar Salomo.

Untuk kebutuhan rumah tangga kata dia, pihaknya terpaksa menggunakan jasa air tangki yang dibeli dengan harga Rp.150 ribu per tangki.

Menurutnya, meski tak menggunakan air yang dialirkan PDAM Kota Kupang namun setiap bulan pihaknya tetap membayar biaya beban.

“Kami bayar sekitar Rp80 ribu per bulan pada hal kami tidak pernah gunakan air yang dialirkan PDAM,” ujarnya.

Persoalan itu kata dia, telah dilaporkan pihaknya ke PDAM Kota Kupang namun disayangkannya hingga saat ini tidak pernah ditanggapi.

“Kami sudah lapor ulang-ulang ke sana tetapi mereka tidak pernah respon,” ujarnya.

Ia menambahkan, air yang dialirkan PDAM Kota Kupang juga tidak dapat digunakan untuk menyiram tanaman.

“Tanaman mati kalau siram pakai air dari PDAM. Drum juga cepat rusak,” tambahnya.

Sementara Direktur PDAM Kota Kupang, Noldy P. Mumu hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi. Beberapa kali dihubungi melalui telepon genggamnya namun tidak aktif.(bet)

Komentar