oleh

Astaga! Polisi & TNI di TTU diduga Terlibat Perjudian

-Daerah-66 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com – Aktifitas perjudian di wilayah Timo Tengah Utara (TTU) telah menjadi penyakit kronis yang sulit disembuhkan dan terkesan sulit untuk dibendung.
Betapa tidak, pelaku perjudian tak hanya melibatkan masyarakat umum juga merambah hingga aparat keamanan baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 1618 TTU maupun Polri dari Polres TTU.

Pantauan wartawan, aktifitas perjudian yang marak di Kabupaten TTU adalah judi sabung ayam dan bola guling.
Meski dilakukan penggerebekan yang dilakukan hamir setiap saat selama bertahun-tahun, tidak membuahkan hasil. Sebab setelah pelaku tertangkap di lokasi perjudian, dengan dalih tak ada barang bukti, para penjudi kembali menghirup udara bebas.

Keterlibatan aparat keamanan dalam perjudian di TTU terkesan bukan lagi rahasia umum. Bahkan tak lagi menjadi rahasia umum, sejumlah oknum pejabat di ingkungan polres TTU terkesan sengaja mendiamkan kasus itu.
Pantauan wartawan di Kefamenanu, sejak Senin (22/02) petang perjudian sabung ayam dan bola guling masih terus berlangsung di Kefamenanu. Lokasi perjudian yang bertempat di kali Matmanas Jl. Sisingamangaraja Kompleks Pasar Baru kelurahan Kefa Selatan melibatkan ratusan orang dari berbagai kalangan diantaranya warga biasa, pengusaha, PNS berseragam, tentara dan polisi bahkan anggota DPRD TTU.

Kehadiran wartawan di tengah kerumunan perjudian seolah menjadi ancaman serius bagi pelaku dan tak jarang para peliput tak luput dari cercaan, makian bahkan ancaman.

Saat wartawan mendatangi lokasi itu, Senin (22/2) petang, para pejudi yang sedang asik berjudi sontak kaget dan mengancam serta memaki para kuli tinta. Wartawan mengendus, maraknya aktifitas perjudian di TTU karena diduga diback up oknum aparat.

“Babi kau, saya lempar kau langsung mata terang memang “, teriak seorang penjudi, yang diketahui bernama Nus Barbosa sambil menantang wartawan diikuti teriakan hujatan penjudi lainnya.

Merasa tak tenang lantaran suasana terus memanas, sejumlah penjudi dan warga yang menonton memilih keluar dari lokasi judi. Dalam sekejap, kendaraan roda dua dan empat hiruk pikuk berlalu dari hadapan wartawan. Sedangkan anggota polisi dan tentara, seorang PNS berpakaian dinas yang berada di sana baru keluar dari lokasi perjudian setelah suasana berubah sepih.

“Adik, tega banget shooting kaka. Kami ada di sana hanya menonton, tapi bukan membackingi aksi judi itu. Jujur, kami tidak terima uang satu rupiahpun”, demikian isi sms yang dikirim seorang oknum tentara setelah berlalu menggunakan motor dari hadapan wartawan.

Selama perjudian sabung ayam dan bola guling berlangsung, jalan masuk menuju Kali Matmanas yang biasa dugunakan warga untuk ritual adat, dipadati dengan kendaraan roda dua dan empat.

Sebelumnya Tim Polda NTT pernah turun langsung dan membongkar sindikat perjudian kupon putih di kabupaten Belu, Malaka, TTU, TTS hingga Kupang. Berdasarkan surat perintah Kapolda NTT, Tim Polda NTT menggerebek beberapa lokasi perjudian di wilayah NTT termasuk di depan kantor polres TTU yang melibatkan oknum anggota polisi.
Ini menunjukkan lemahnya kinerja Polres TTU dalam penanganan kasus – kasus yang bisa diajak koordinasi.
Rata – rata beberapa pejabat polres TTU menarik uang dari hasil perjudian, pengakuan ini diungkapkan sejumlah bandar judi dan anak buahnya.
Bahkan setoran untuk oknum pejabat polres TTU lancar tak pernah putus.

Penarikan uang judi itu bukan hanya dari para bandar di lokasi judi tapi juga diberlakukan pada saat ada kedukaan. Istilah mete, hiburan main judi di rumah duka menjadi peluang untuk dijadikan lahan setoran.

“Pokoknya setoran untuk polisi per malam itu rata – rata di atas 500 ratus ribu rupiah, beda lagi kalau main judi di rumah duka”, ungkap seorang Bandar yang enggan menyebutkan namanya.

Sejumlah masyarakat mengaku geram lantaran maraknya perjudian menjadi pembiaran pihak keamanan. Buktinya himbauan tokoh agama kepada umat untuk tidak terlibat berbagai penyakit masyarakat di masa Pra Paskah justru dilakoni aparat keamanan bahkan sejumlah anggota DPRD TTU yang terhormat.

“Katanya mau berantas judi, tapi kenapa justru perjudian semakin marak. Tiap hari kendaraan lalu lalang di depan rumah kami hanya menuju lokasi judi. Kompleks kami sudah berubah menjadi sarang perjudian. Itu ada tentara masuk pakai motor dinas, polisi ikut main judi sabung ayam, anggota dewan lewat gendong ayam, PNS masuk sampai magrib dengan pakaian dinas. ini siapa yang mau disalahkan. Mereka semua orang penting dan tahu aturan”, ungkap NM, seorang bapak yang hendak menuju kebun melewati lokasi perjudian.

“Mau dibawa kemana TTU ke depan, jika orang – orang yang melakoni adalah orang – orang penting, ternama dan mengerti aturan. Atau mau rubah kabupaten TTU jadi tuan rumah perjudian,” sambung NM.

Tokoh agama yang mengetahui maraknya perjudian di masa Pra Paskah pun angkat bicara, mengutuk keras berbagai penyakit masyarakat terkhusus perjudian dan pelacuran. Pastor paroki St. Theresia Kefamenanu, Romo Gerardus Salu secara tegas meminta pihak kepolisian Resort TTU untuk berani bersikap.

Ia menantang pihak kepolisian untuk menciptakan keadilan bukan menciptakan kelaliman.
“Sebagai tokoh agama, saya mengutuk keras tindakan aksi perjudian yang dilakoni semua pihak. Masa Pra Paskah adalah masa berahmat, sebagai orang beriman kita diajak untuk melihat diri, memperbaiki kehidupan supaya lebih beriman. Ini masa tenang, perubahan batin kita tercermin dari sikap kita. Jadi sebaiknya kita semua bisa menghindari berbagai penyakit sosial masyarakat terutama judi dan pelacuran”, ungkap Romo Gerardus.

” Perjudian dan pelacuran itu hanya kenikmatan sesaat yang bisa menghancurkan pribadi kita dan bahkan kehidupan berumah tangga. Jangan berangan – angan ingin kaya melalui perjudian. Judi itu hanyalah rekreasi yang tidak membawa hasil yang baik, tidak bisa membuat seseorang menjadi kaya. Secara tegas saya minta pihak kepolisian tidak usah ikut membackingi perjudian tetapi justru harus menciptakan keadilan di tengah masyarakat, bukannya kelaliman,” sambungnya.(dit)

Komentar