oleh

Aliansi Rakyat NTT, Tuntut Gubernur Cabut IUP SMR

-Ekbis-22 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Aksi demo tolak tambang PT.SMR yang berlangsung di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus berlanjut. PRD NTT, LMDN Kupang, API Kartini Kupang WALHI NTT, PMKRI, LK FKIP UKAW, KPI Kupang dan PERMASKU yang tergabung dalam Aliansi Rakyat NTT menggelar demo di Kantor Gubernur dan DPRD NTT, Jumat (29/1/2016).

Dalam aksi itu masa menuntut agar Gubernur mencabut IUP PT. SMR yang melakukan penambangan mangan di Desa
Supul, Kecamatan Kuatnana Kabupaten TTS, karena telah merusak lahan sekitar areal tambang dan SMR juga meraup keuntungan sangat besar, namun tidak memberikan kontribusi untuk peningkatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Koordinator massa, Aby Yerusa Sobeukum dalam orasinya menyatakan, tindakan SMR sangat tidak manusiawi dan tidak ada dampak keuntungan bagi lingkungan setempat.
“Kami minta SMR segera hentikan aktifitas tambang
di Desa Supul, karena sudah merusak alam dan meraup keuntungan tanpa peduli alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hentikan praktek VOC jaman belanda yang dilakukan SMR. Kami minta Pemprov NTT segera ambil alih persoalan ini karena sudah menyangkut nasib masyarakat NTT,” tegasnya.
Sementara Plt.Karo Humas Sekda Provinsi NTT.EC.M. Nasir Abdullah dihadapan pendemo, mengatakan surat pernyataan yang diberikan kepadanya akan diteruskan ke Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk dipertimbangkan.

“Saya akan meneruskan surat pernyataan ini kepada Gubernur NTT. Saya minta demo damai ini tetap berjalan tertib agar suasana tetap kondusif. Aspirasi saudara semuanya pasti akan saya sampaikan dan nantinya Gubernur NTT akan mempertimbangkan,” katanya.

Pada tempat berbeda, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyatakan, bahwa demo menolak SMR tersebut merupakan aspirasi dan ada aspirasi lain juga mendukung PT. SMR.
” Kita tidak ingin membenturkan dua aspirasi. Kalau pikiran saya tentu lingkungan dijaga, kepentingan rakyatpun harus diatur. Itu aspek yang harus dipikirkan, kalau dua – duanya tidak bertemu kenapa harus bersinggungan, tapi kalau dia bisa mengakomodir kepentingan raykat, urusan lingungan agar tidak rusak. Yang namanya tambang dimana – mana juga se
Alu begitu tetapi biasanya reklamsi itu dilakukan setelah tambang,” tegasnya.(man/mas)

Komentar