oleh

88 Kelompok Pastikan ikut Pawai Paskah

-Humaniora-85 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Sebanyak 88 kelompok pemuda dan gereja dipastikan mengikuti pawai kemenangan paskah Pemuda GMIT Sinode ke-20 tahun 2016. Agenda tahunan akan dilepas di depan Gereja GMIT Anugrah El-Tari, Kupang, Senin (28/3/2013).
Demikian disampaikan ketua panitia pelaksana, Adrianus Talie dalam jumpa pers di gereja Jemaat GMIT Eben Haeser, Oeba (23/3/2016).

Menurutnya kepastian peserta tersebut didapat setelah Panitia dan tim skenario bertugas dalam road show kurang – lebih 2 bulan berkoordinasi dengan para peserta yang memiliki peran prosesi pawai paskah.

Dalam road show tersebut, lanjutnya tim mensosialisasikan serta pendampingan latihan lakon peran yang dimiliki sejumlah peserta.

” Kami bersama tim skenario kurang – lebih 2 bulan bekerja dan berkoordinasi dengan para peserta yang berperan dalam prosesi pawai kemenangan paskah tahun 2016. Dan ada 88 peserta telah menyatakan siap ikut serta dalam kegiatan kali ini,” ujarnya.
Talie mengatakan 88 peserta tersebut antara lain 63 peserta dari Pemuda GMIT, satu kelompok barisan klasis, empat kelompok denominasi serta OKP/lembaga kepemudaan/lembaga lainnya sebanyak 20 kelompok.
Sementara Winston Rondo Ketua BP Pemuda GMIT Sinode mengatakan, penyelenggaraan prosesi pawai kemenangan paskah ke-20 tahun ini memiliki makna yang berbeda.
Usia 20 tahun merupakan bukti iman bahwa Pemuda GMIT Sinode telah berkarya membangun persekutuan iman sehingga dalam hajatannya kali ini berbagai acara dan kegiatan telah digelar seperti Work shop 20 tahun prosesi pawai kemenangan paskah pemuda GMIT Sinode, Donor darah, malam refleksi dan pemutaran film paskah.
” Sudah 20 tahun itu sebuah kematangan iman bagi pemuda
GMIT Sinode. Kami sudah buat berbagai acara dan kegiatan. Ada work shop 20 tahun. Donor darah sebanyak 40 kantong yang berlangsung di GMIT Paulus Naikoten l. Malam refleksi di GMIT Moria Kota Nyonya Alak. Dan pemutaran film paskah,” katanya.

Secara terpisah Deky Seo ketua tim skenario kepada wartawan menjelaskan, peran-peran yang dimiliki para peserta akan tetap dipertahankan sampai tahun 2020 nanti.
Maksudnya agar para peserta dapat memahami arti pergumulan iman lewat peran yang mereka dapatkan dalam pelaksanaan prosesi pawai kemenangan, kali ini para peserta dalam menyampaikan lagu atau pujian telah ditetapkan secara liturgis menurut cerita peran yang ada, dan untuk penyelenggaraan kali ini disetiap tempat para peserta wajib memainkan peran tanpa bergantung lagi pada titik peran ditempat tertentu.
” Untuk kali ini kita rubah teknisnya, peran dari masing – masing peserta terus dipakai sampai tahun 2020. Sehingga ada pergumulan iman yang dipahami dari perannya. Tahun 2020 itu kita hanya menerima pendaftaran bagi para peserta yang belum mendapatkan peran saja. Akan ada peran pendamping bagi para peserta puji-pujian sehingga satu peserta lakon drama akan di apit 2 peserta pujian dimuka dan belakangnya, untuk menyanyikan lagu secara liturgis sesuai cerita drama yang dilakoni,” jelasnya. (man)

Komentar