oleh

103 Guru Ditipu Oknum yang Mengaku dari Kementerian Pendidikan

ATAMBUA Terasntt.com – Sebanyak 103 orang guru penerima tunjangan khusus asal Kabupaten Belu dan Malaka menjadi korban penipuan oknum yang mengaku dari Kementrian Pendidikan. Sebagian besar adalah guru honor dan seorang kepala sekolah SD GMIT Hoeneno Kabupaten Malaka.

Pelaku yang diketahui bernama Andi Marahuku asal Surabaya, Jawa Timur ini, awalnya menemui sejumlah guru yang bertugas diperbatasan RI – RDTL dan menyampaikan, bahwa dirinya berasal dari Kementerian Pendidikan RI, untuk membantu memposes tunjangan khusus bagi guru perbatasan.

Dia berhasil mempengaruhi 103 dan meminta agar mereka menemuinya di Hotel Intan, Atambua untuk mendaftarkan diri sekaligus membayar uang pendaftarab sebesar Rp 50.000 per orang. Dan dia berjanji setelah memasukan berkas baru menambahkan sejumlah uang yang berlum diinformasikan jumlahnya.

Sindikat berkedok tunjangan khusus ini tercium aparat Pol PP dan langsung menggerebeknya di hotel tersebut bersama pihak Dinas PPO, Rabu (13/1/2013) dan mengamankannya di Polres Belu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

” Pelaku sudah diamankan di Polres Belu dan atas permintaan Pak Sekda guru – guru korban penipuan kita bahwa menghadap beliau,” kata kepala bidang penegak Perda Sat Pol PP, Silvester di Kantor Bupati Belu.

Menurutnya, yang diketahui berdasarkan berkas yang disita dari tangan tersangka ada 103 orang guru, masing – masing dari Kabupaten Malaka sebanyak 17 orang dan Kabupaten Belu 86 orang. Dan juga berkas yang berasal dari guru – guru di TTU.

Salah seornag korban, Adriana asal SDK Halioan menuturkan, bahwa awalnya dirinya diajak oleh teman – teman yang katanya ada orang dari Kementrian mau membantu mengurus tunjangan khusus.

” Makanya saya siap rapih – rapih untuk bertemu orang ini di hotel Intan, kemarin saya sudah ketemu orang ini tapi pagi ini saya dengar dari teman – teman, bahwa diasudah kena tangkap di Hotel Intan,” katanya.(ino)

Komentar